LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CAKRAWALA EDUCENTRE
SIMAK UI: Teknik Cepat Menaklukkan Soal Pola Bilangan dan Deret (TPA Kuantitatif)
Edukasi

SIMAK UI: Teknik Cepat Menaklukkan Soal Pola Bilangan dan Deret (TPA Kuantitatif)

By Cakrawala EduCentre Published on May 11, 2026

"2, 4, 8, 16, ... – gampang! Kalinya 2. Tapi begitu ada 2, 3, 5, 7, 11, ... aku langsung bingung."

"3, 5, 8, 12, 17, ... bedanya 2, 3, 4, 5, ... Oh, itu pola bertingkat!"

"Tiba-tiba ada soal kaya 5, 7, 11, 17, 25, ... bedanya 2, 4, 6, 8, ... tapi kok setelah itu pola pecahan? Awas, ini jebakan!"

Apakah kamu merasa gemetar setiap kali melihat deretan angka misterius di layar komputer saat mengerjakan TPA Kuantitatif SIMAK UI?

Tenang, kamu tidak sendirian. Bagi sebagian besar peserta, soal Pola Bilangan dan Deret adalah salah satu momok paling menakutkan di TPA Kuantitatif. Bukan karena soalnya mustahil, tapi karena waktu yang sangat terbatas dan variasi pola yang sangat banyak. Belum lagi tekanan psikologis saat berhadapan dengan angka-angka yang tampak acak.

Namun, kabar baiknya: pola bilangan itu tidak seseram yang kamu bayangkan. Matematika (dan angka) adalah ratu dari segala ilmu karena ia berjalan di atas rel logika yang pasti. Jika kamu tahu "kacamatanya", melihat pola deret angka akan semudah melihat 1 + 1 = 2.

Artikel ini akan membedah tuntas rahasia di balik soal Pola Bilangan dan Deret di SIMAK UI. Bukan hanya teori, ini adalah senjata rahasia taktis yang akan membantumu menghemat waktu hingga 50%!

Kita akan bahas:

  • Mengapa SIMAK UI Suka Menguji Pola Bilangan? (Pahami Psikologi Pembuat Soal).
  • 7 Pola Dasar yang harus kamu kuasai (Wajib Hafal!).
  • 3 Pola Tersembunyi & Kombinasi yang Sering Jadi Jebakan.
  • Strategi "Stop & Think" – Manajemen Waktu 30 Detik per Soal.
  • Contoh Soal SIMAK UI + Pembahasan. (Lengkap!).

Siapkan kertas coretanmu. Mari kita bongkar rahasianya.

Bagian 1: Mengenal Medan Perang – Soal Pola Bilangan di SIMAK UI

Sebelum melangkah ke strategi perang, kita harus paham dulu "medan perang" yang akan kita hadapi.

Anatomi Soal Pola Bilangan

Dalam TPA Kuantitatif SIMAK UI, soal Pola Bilangan dan Deret biasanya disajikan dalam format:

3, 5, 8, 12, 17, ..., ...

A. 23 dan 30
B. 24 dan 32
C. 22 dan 28
D. 23 dan 29
E. 21 dan 26

Atau terkadang dalam format tabel atau matriks:

2

4

8

3

9

27

5

25

?

Mengapa SIMAK UI Suka Menguji Pola Bilangan?

1. Menguji "Computational Thinking" (Cara Berpikir Komputasi)

SIMAK UI tidak hanya mencari siswa yang pintar menghafal rumus, tetapi yang memiliki pola pikir komputer: mampu mendeteksi pola, mengabstraksikan aturan, dan memproyeksikan hasil ke depan.

2. Efisiensi Waktu

Pola bilangan dirancang untuk membedakan mana peserta yang memiliki intuisi numerik tinggi (bisa langsung "melihat" pola dalam hitungan detik) dan mana yang masih perlu menghitung satu per satu.

3. Tidak Bergantung pada Hafalan Rumus

Berbeda dengan soal matematika biasa yang butuh rumus Phytagoras atau Logaritma, soal pola bilangan hanya mengandalkan logika dasar. Ini membuat soal menjadi "pemerata" antara anak IPA dan IPS.

Tabel Estimasi Waktu Ideal

Banyaknya Angka dalam Deret

Waktu Maksimal

Target

4 - 6 angka

30 detik

Langsung temukan pola

7 - 9 angka

45 detik

Cari pola bertingkat

Soal Matriks (3x3)

30 detik

Cari pola baris/kolom

Jika lebih dari waktu ini, kamu harus skip dan tandai untuk dikerjakan nanti jika masih ada waktu.

Bagian 2: 7 Pola Dasar yang Wajib Kamu Kuasai (Temukan dalam 5 Detik!)

Sebelum kamu bisa lari, kamu harus bisa jalan. Pola-pola di bawah ini adalah yang paling sering muncul di SIMAK UI. Jika kamu sudah hafal di luar kepala, kamu akan langsung "ngeh" begitu melihat deret angka.

Pola 1: Aritmatika (Penambahan/Pengurangan Konstan)

Ciri: Selisih antara angka pertama dan kedua, kedua dan ketiga, dan seterusnya adalah SAMA.

Rumus: Un = a + (n-1)b

Contoh:

2, 5, 8, 11, 14, ...

Pembahasan:

  • 2 ke 5 → +3
  • 5 ke 8 → +3
  • 8 ke 11 → +3
  • Pola: Tambah 3
  • Angka berikutnya: 14 + 3 = 17

Trik: Jika selisihnya langsung sama, ini adalah soal "bonus" yang harus langsung dikerjakan.

Pola 2: Geometri (Perkalian/Pembagian Konstan)

Ciri: Hasil bagi antara angka pertama dan kedua, kedua dan ketiga adalah SAMA.

Rumus: Un = a x r^(n-1)

Contoh:

3, 6, 12, 24, 48, ...

Pembahasan:

  • 3 ke 6 → ×2
  • 6 ke 12 → ×2
  • 12 ke 24 → ×2
  • Pola: Dikali 2
  • Angka berikutnya: 48 × 2 = 96

Pola 3: Aritmatika Bertingkat (Selisihnya Membentuk Pola Lagi)

Ciri: Selisih antara angka-angka tersebut TIDAK SAMA, tapi selisih dari selisih itu membentuk pola konstan (atau pola lagi).

Ini adalah pola PALING SERING muncul di SIMAK UI tingkat menengah.

Contoh Klasik (Selisih naik 1):

3, 5, 8, 12, 17, ...

Pembahasan:

  • S1: 3 ke 5 = +2
  • S2: 5 ke 8 = +3
  • S3: 8 ke 12 = +4
  • S4: 12 ke 17 = +5
  • Pola: Selisih meningkat 1 setiap langkah.
  • Angka berikutnya: 17 + 6 = 23, lalu +7 = 30.
  • Jawaban: 23 dan 30.

Contoh (Selisih membentuk deret geometri):

2, 3, 5, 9, 17, ...

Pembahasan:

  • 2 ke 3 = +1
  • 3 ke 5 = +2
  • 5 ke 9 = +4
  • 9 ke 17 = +8
  • Pola: Selisih nya ×2 (1, 2, 4, 8,...)
  • Angka berikutnya: 17 + (8×2=16) = 33.

Pola 4: Loncat Katak (Dua Deret yang Saling Selang-seling)

Ciri: Deret panjang yang jika kamu pisahkan antara posisi ganjil (1,3,5) dan genap (2,4,6), masing-masing memiliki polanya sendiri. Ini jebakan paling licin!

Contoh:

5, 7, 10, 9, 15, 11, 20, ...

Pembahasan:

  • Pisahkan:
    • Ganjil (posisi 1,3,5,7): 5, 10, 15, 20 → pola +5.
    • Genap (posisi 2,4,6): 7, 9, 11 → pola +2.
  • Angka berikutnya (posisi 8): 11 + 2 = 13.

Trik: Jika kamu melihat deret panjang (lebih dari 6 angka) dan polanya tidak jelas secara langsung, segera coba pisahkan ganjil-genap.

Pola 5: Faktorial dan Kombinasi

Ciri: Melibatkan perkalian beruntun (faktorial: 1, 2, 6, 24, 120...). Cukup jarang tapi bisa muncul.

Contoh:

1, 2, 6, 24, 120, ...

Pembahasan:

  • 1 = 1
  • 2 = 1 × 2
  • 6 = 1 × 2 × 3
  • 24 = 1 × 2 × 3 × 4
  • Pola: faktorial (n!).
  • Angka berikutnya: 1 × 2 × 3 × 4 × 5 = 720.

Pola 6: Pola Kuadrat & Akar (Pangkat)

Ciri: Angka-angka yang muncul merupakan hasil dari kuadrat (1, 4, 9, 16, 25...) atau akar.

Contoh:

1, 4, 9, 16, 25, ...

Pembahasan:

  • 1 = 1²
  • 4 = 2²
  • 9 = 3²
  • 16 = 4²
  • 25 = 5²
  • Pola: bilangan kuadrat.
  • Angka berikutnya: 6² = 36.

Contoh variasi (pola kuadrat + sesuatu):

2, 5, 10, 17, 26, ...

Pembahasan:

  • 2 = 1² + 1
  • 5 = 2² + 1
  • 10 = 3² + 1
  • 17 = 4² + 1
  • 26 = 5² + 1
  • Pola: n² + 1
  • Angka berikutnya: 6² + 1 = 36 + 1 = 37.

Pola 7: Bilangan Prima

Ciri: Deret angka yang tidak habis dibagi angka lain kecuali 1 dan dirinya sendiri.

Deret bilangan prima yang wajib dihafal: 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31...

Contoh:

2, 3, 5, 7, 11, 13, ...

Pembahasan:

  • Langsung hafal pola bilangan prima.
  • Angka berikutnya: 17.

Bagian 3: Pola Tersembunyi & Kombinasi (Si Paling Sulit)

Ketika pola dasar dirasa terlalu mudah, pembuat soal SIMAK UI akan menggabungkan beberapa pola sekaligus atau menyembunyikan pola dalam operasi matematika yang lebih rumit.

3.1 Pola "Kali dan Kurang" (Operasi Majemuk)

Ciri: Angka berikutnya diperoleh dari operasi yang melibatkan angka sebelumnya, misal (×2) - 1, (×3) + 2, dst.

Contoh:

2, 3, 5, 9, 17, ...

Pembahasan:

  • 2 → 3: (2 × 2) - 1 = 3 Ini terlalu ribet, coba cari pola lain
  • Cara yang lebih gampang: lihat selisihnya dulu (1, 2, 4, 8). Oh ini pola kali 2.
  • Tapi bagaimana cara dapatnya?
  • Coba: (2 × 1) + 1 = 3
  • (3 × 2) - 1 = 5 (ribet, beda-beda)
  • Lebih sederhana: Pola tersembunyi di selisih.
  • Selisih: +1, +2, +4, +8
  • Maka angka berikutnya: 17 + 16 = 33.

Rumus Cepat untuk pola ganda: (Un = a X 2 - 1) atau Un = a X 2 + 1

3.2 Pola yang Terkait Posisi (n)

Terkadang angkanya tidak bergantung pada angka sebelumnya, melainkan pada posisinya (n).

Contoh:

1, 3, 6, 10, 15, ...

Pembahasan:

  • Dengan melihat beda: +2, +3, +4, +5. (Pola Aritmatika Bertingkat)
  • Atau kita bisa lihat sebagai Bilangan Segitiga: 1 = (1x2)/2 ; 3 = (2x3)/2 ; 6 = (3x4)/2
  • Maka Un = n(n+1)/2

3.3 Pola yang Melibatkan Pecahan atau Koma

Ciri: Angka-angka ditulis dalam bentuk desimal atau pecahan.

Contoh:

1/2, 1, 2, 4, 8, ...

Pembahasan:

  • Sederhanakan dengan menyamakan penyebut, atau ubah ke desimal.
  • 0,5 ; 1 ; 2 ; 4 ; 8
  • Ternyata polanya dikalikan 2.
  • Angka berikutnya: 16

Bagian 4: Strategi "Stop & Think" – Manajemen Waktu 30 Detik per Soal

Waktu adalah musuh terbesarmu di TPA Kuantitatif. Kamu punya sekitar 30-45 detik per soal. Jangan buang waktu untuk berhitung panjang.

Algoritma 30 Detik untuk Deret Bilangan:

Langkah 1: Bedakan Jenis Deret (10 Detik)

Pertanyaan

Jika Ya

Jika Tidak

Apakah selisihnya sama?

Aritmatika – langsung jawab.

Lanjut ke pertanyaan 2

Apakah rasionya (kali/bagi) sama?

Geometri – langsung jawab.

Lanjut ke pertanyaan 3

Apakah selisih selisihnya sama?

Aritmatika Bertingkat.

Lanjut ke pertanyaan 4

Apakah jumlah angkanya > 6 dan fluktuatif?

Cek pola loncat (ganjil/genap).

Lanjut ke pertanyaan 5

Apakah polanya kuadrat? (1,4,9...?)

Pola Pangkat.

Lanjut ke pertanyaan 6

Langkah 2: Coretan Cepat (10 Detik)

Tulis di kertas coretan:

  • Selisih = angka2 - angka1, angk3 - angk2, dst.
  • JANGAN dihitung di kepala. Tulis! Agar pola terlihat visual.

Langkah 3: Eksekusi (10 Detik)

  • Jika polanya sudah ditemukan, hitung angka berikutnya.
  • Jika tidak ditemukan dalam 30 detik, SKIP. Tandai (mark) soal tersebut. Jangan buang waktu. Berlaku hukum: "Lebih baik kehilangan 1 poin daripada kehilangan 5 poin di soal lain karena waktu habis".

Bagian 5: Contoh Soal SIMAK UI + Pembahasan

Soal 1 (Pola Dasar Aritmatika)

15, 11, 7, 3, -1, ...

A. -5
B. -4
C. -3
D. -2
E. 0

Pembahasan:

  • Langsung lihat selisih: 15 ke 11 = -4 ; 11 ke 7 = -4 ; 7 ke 3 = -4 ; 3 ke -1 = -4
  • Pola: Tambah -4 setiap langkah.
  • Angka berikutnya: -1 + (-4) = -5
  • Jawaban: A

Soal 2 (Pola Aritmatika Bertingkat)

3, 6, 11, 18, 27, ...

A. 36
B. 37
C. 38
D. 39
E. 40

Pembahasan:

  • Cek selisih:
    • 6 - 3 = 3
    • 11 - 6 = 5
    • 18 - 11 = 7
    • 27 - 18 = 9
  • Selisih dari selisihnya: 3, 5, 7, 9 → Pola naik +2 setiap langkah.
  • Selisih berikutnya: 9 + 2 = 11.
  • Angka berikutnya: 27 + 11 = 38
  • Jawaban: C

Soal 3 (Pola Loncat Katak)

2, 5, 4, 10, 8, 15, 16, 20, ... , ...

A. 24 dan 25
B. 30 dan 32
C. 32 dan 25
D. 32 dan 30
E. 30 dan 25

Pembahasan:

  • Pisahkan posisi Ganjil:
    • 2, 4, 8, 16, ... → Pola ×2
    • Angka berikutnya (posisi 9): 16 × 2 = 32.
  • Pisahkan posisi Genap:
    • 5, 10, 15, 20, ... → Pola +5
    • Angka berikutnya (posisi 10): 20 + 5 = 25.
  • Jawaban: 32 dan 25 (C).

Soal 4 (Pola Geometri)

1/2, 1, 2, 4, 8, ...

A. 10
B. 12
C. 14
D. 16
E. 18

Pembahasan:

  • Ubah pecahan ke desimal jika sulit: 0,5 ; 1 ; 2 ; 4 ; 8
  • Rasio 0,5 ke 1 = ×2
  • 1 ke 2 = ×2
  • 2 ke 4 = ×2
  • Pola: Dikali 2 setiap langkah.
  • Angka berikutnya: 8 × 2 = 16
  • Jawaban: D

Soal 5 (Pola Kombinasi Kuadrat + Selisih)

4, 9, 16, 25, ...

A. 30
B. 32
C. 34
D. 36
E. 38

Pembahasan:

  • Lihat polanya: 4 = 2² ; 9 = 3² ; 16 = 4² ; 25 = 5²
  • Maka pola adalah bilangan kuadrat dari 2,3,4,5.
  • Angka berikutnya: 6² = 36
  • Jawaban: D

Soal 6 (Pola Kombinasi Perkalian)

20, 12, 8, 6, 5, ...

A. 4
B. 4,5
C. 5
D. 5,5
E. 6

Pembahasan:

  • Cek selisih: 20 ke 12 = -8 ; 12 ke 8 = -4 ; 8 ke 6 = -2 ; 6 ke 5 = -1
  • Beda-beda tidak beraturan.
  • Coba cek pembagian: 20/12 bukan bilangan bulat. Cek pola operasi lain.
  • Trik: Ini pola "setengah dari selisih sebelumnya" atau pola "kurangi setengah + sesuatu"?
  • Mari kita liat polanya:
    • 20 - 8 = 12
    • 12 - 4 = 8
    • 8 - 2 = 6
    • 6 - 1 = 5
  • Yang dikurangi (8,4,2,1) polanya adalah dibagi 2: (8 → 4 → 2 → 1)
  • Maka berikutnya dikurangi: 1 : 2 = 0,5
  • Jadi angka berikutnya: 5 - 0,5 = 4,5
  • Jawaban: B

Bagian 6: Trik Cepat dan Rumus Instan

Jenis Pola

Rumus / Trik Cepat

Aritmatika

Un = a + (n-1)b. Tapi untuk cari angka berikutnya, cukup + b saja.

Geometri

Un = a x r^(n-1). Tapi untuk cari angka berikutnya, cukup × r saja.

Aritmatika Bertingkat

Cari selisihnya dulu. Jika selisih membentuk pola baru (ex: +2,+3,+4), maka angka berikutnya = angka terakhir + (selisih terakhir + kenaikan).

Loncat (Ganjil/Genap)

Jika deret panjang, langsung ambil angka posisi 1,3,5 (untuk pola ganjil) dan 2,4,6 (untuk pola genap).

Kuadrat

1, 4, 9, 16, 25, 36, 49, 64, 81, 100, 121, 144... (hafalkan minimal sampai 15!)

Kubik

1, 8, 27, 64, 125, 216... (radikal, hafalkan).

Prima

2,3,5,7,11,13,17,19,23... (Hafalkan sampai 30!).

Bagian 7: Strategi Final & Mental Block

Kunci sukses TPA Kuantitatif bukan hanya tentang rumus, tetapi tentang mengelola energi otak.

  • Jangan Terjebak pada satu soal. Rule of thumb: Jika 30 detik pertama tidak ada gambaran pola, GUESS C. Mark, dan lanjut. Kembali di akhir jika masih ada waktu.
  • Latih Kepekaan Mata. Latihan soal setiap hari (minimal 10 soal). Semakin sering melihat pola 2,4,8,16, otak akan langsung memicu alarm "Geometri".
  • Jangan Pernah Menyerah di Latihan. Saat latihan di rumah, jangan lihat kunci jawaban sebelum benar-benar menemukan polanya, meskipun butuh 10 menit. Proses menemukan pola itulah yang melatih otakmu.

Penutup: Angka Bukan Monster, Hanya Teka-teki

Setelah membaca lebih dari 2.500 kata ini, kamu sekarang memiliki bekal lengkap untuk menghadapi soal Pola Bilangan dan Deret di SIMAK UI.

Ingat, angka sebenarnya tidak pernah berbohong. Ia selalu bergerak dalam koridor logika yang rapi. Jika kamu merasa melihat "angka acak", itu hanya karena kamu belum menemukan kacamatanya.

Anomali dalam deret angka, misalnya lompatan drastis atau angka negatif di tengah positif, sering kali menjadi petunjuk utama adanya pola Aritmatika Bertingkat atau Operasi Gabungan.

Kuncinya bukan pada seberapa cepat kamu menghitung, tetapi pada seberapa jeli kamu melihat relasi.

Aksi nyata setelah membaca artikel ini:

  1. Hafalkan 7 Pola Dasar dan deret bilangan prima/kuadrat.
  2. Kerjakan minimal 30 soal Pola Bilangan dari soal-soal SIMAK UI tahun sebelumnya.
  3. Catat jenis pola yang paling sering kamu salah.
  4. Latih dengan timer: 30 detik per soal untuk membangun refleks.

Kamu bisa. Karena setiap pola yang berhasil kamu pecahkan adalah satu langkah pasti menuju UI.


Back to Blog
Last updated: 1 day ago