LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CAKRAWALA EDUCENTRE
Soal Literasi UTBK: Kenapa Jawaban yang “Masuk Akal” Justru Salah
Edukasi

Soal Literasi UTBK: Kenapa Jawaban yang “Masuk Akal” Justru Salah

By Cakrawala EduCentre Published on February 10, 2026

Hampir semua peserta UTBK pernah mengeluhkan hal yang sama saat mengerjakan soal literasi:

“Semua jawabannya kelihatan benar.”
“Ini kan masuk akal, kenapa salah?”

Masalahnya, soal literasi UTBK tidak menguji seberapa masuk akal jawaban menurut logika umum, melainkan seberapa setia jawaban tersebut pada isi teks. Di sinilah banyak peserta tergelincir. Artikel ini akan membedah kenapa jawaban yang terasa benar sering kali salah, bagaimana opsi jebakan disusun, dan cara membaca soal literasi dengan logika yang tepat.

1. Literasi UTBK Bukan Tes Pendapat, Tapi Tes Kesetiaan pada Teks

Kesalahan paling mendasar peserta adalah menggunakan logika pribadi saat menjawab soal literasi. Padahal, dalam UTBK:

Jawaban benar harus bisa ditarik langsung dari teks,
bukan dari pengetahuan umum atau opini logis.

Banyak opsi jawaban memang dirancang agar:

  • terdengar masuk akal
  • sesuai dengan realitas sehari-hari
  • sejalan dengan pengalaman pembaca

Namun, jika tidak dinyatakan atau disiratkan jelas dalam teks, maka jawaban tersebut tetap salah.

Inilah sebabnya literasi UTBK sering terasa “kejam”: bukan karena teksnya sulit, tapi karena cara berpikir peserta belum disesuaikan.

2. Jenis Distraktor UTBK: Opsi Jebakan yang Paling Sering Menipu

Distraktor adalah opsi jawaban yang sengaja dibuat mendekati benar, tapi memiliki cacat logika halus. Dalam soal literasi UTBK, ada beberapa jenis distraktor yang paling sering muncul.

Distraktor paling umum adalah generalisasi berlebihan. Kata-kata seperti selalu, semua, atau pasti sering ditambahkan ke opsi jawaban, padahal teks hanya menyebutkan kondisi tertentu.

Jenis lain adalah penyimpulan terlalu jauh. Opsi ini tidak salah secara logika umum, tetapi melangkah lebih jauh dari informasi yang diberikan teks.

Ada juga opsi dunia nyata, yaitu jawaban yang benar menurut pengalaman hidup, namun tidak pernah disebutkan dalam bacaan.

UTBK sengaja menggunakan distraktor ini untuk menguji apakah peserta membaca teks, atau hanya mengandalkan naluri.

3. Contoh Soal: Jawaban Masuk Akal tapi Salah

Contoh Teks (ringkas)

Penggunaan gawai secara berlebihan pada remaja dapat berdampak pada menurunnya kualitas tidur dan konsentrasi belajar. Namun, dengan pengelolaan waktu yang baik, dampak negatif tersebut dapat diminimalkan.

Pertanyaan

Pernyataan yang paling tepat berdasarkan teks adalah …

A. Penggunaan gawai selalu berdampak negatif bagi remaja
B. Remaja sebaiknya tidak menggunakan gawai sama sekali
C. Dampak negatif gawai dapat dikurangi dengan pengelolaan waktu
D. Gawai adalah penyebab utama menurunnya prestasi belajar remaja

Kenapa Banyak yang Salah

Opsi A dan D terdengar masuk akal secara umum. Banyak orang percaya gawai memang berdampak buruk dan memengaruhi prestasi.

Namun teks tidak mengatakan:

  • “selalu”
  • “penyebab utama”
  • “harus dihindari sepenuhnya”

Analisis

Teks secara eksplisit menyebutkan:

dampak negatif dapat diminimalkan dengan pengelolaan waktu

Jawaban benar: C

Kesalahan peserta terjadi karena:

  • memperluas makna teks
  • menambahkan asumsi pribadi
  • tidak membedakan fakta teks dan opini umum

4. Implikasi vs Opini Logis: Perbedaan Kecil yang Menentukan Benar–Salah

Salah satu jebakan paling halus di literasi UTBK adalah perbedaan antara implikasi teks dan opini logis pembaca.

Implikasi adalah kesimpulan yang masih berada dalam batas teks, sedangkan opini logis adalah kesimpulan yang masuk akal, tapi tidak didukung teks secara langsung.

Contoh

Jika teks menyatakan:

“Sebagian siswa mengalami penurunan motivasi belajar selama pembelajaran daring.”

Maka:

  • “Sebagian siswa terdampak negatif” → implikasi sah
  • “Pembelajaran daring merugikan semua siswa” → opini logis, tapi salah

UTBK selalu memilih implikasi paling sempit, bukan kesimpulan paling masuk akal.

5. Teknik Membuang 2 Opsi dalam 5–10 Detik

Agar tidak terjebak semua opsi “terasa benar”, peserta perlu teknik cepat.

Langkah praktis:

  1. Coret opsi dengan kata absolut: selalu, semua, pasti (jika teks tidak absolut)
  2. Coret opsi yang membawa pengetahuan luar teks
  3. Fokus pada opsi yang bahasanya paling mirip dengan teks

Biasanya, dua opsi bisa langsung dieliminasi hanya dari:

  • pilihan kata
  • tingkat kepastian
  • kesetiaan pada kalimat bacaan

Dengan latihan, proses ini bisa dilakukan dalam hitungan detik.

 

Literasi UTBK Menguji Disiplin Logika, Bukan Kepintaran Membaca

Kalau kamu sering merasa:

“Aku paham teksnya, tapi jawabanku salah”

Besar kemungkinan masalahnya bukan di kemampuan membaca, melainkan di cara menarik kesimpulan.

Soal literasi UTBK menuntut satu hal utama:
disiplin untuk tidak melampaui teks, se-logis apa pun jawaban itu terdengar.

Begitu kamu berhenti menjawab berdasarkan “masuk akal” dan mulai menjawab berdasarkan “apa yang benar-benar tertulis”, skor literasi biasanya naik signifikan.


Back to Blog
Last updated: 1 week ago