TOEFL iBT Writing for an Academic Discussion: Cara Menanggapi Dosen + Dua Mahasiswa dalam 10 Menit
"Profesor: Should companies prioritize profit or social responsibility? Dua mahasiswa sudah kasih pendapat. Sekarang giliran kamu. Waktu: 10 menit. GO!"
Apakah kamu pernah membayangkan situasi seperti ini? Kamu
sedang mengikuti ujian TOEFL iBT, dan tiba-tiba kamu dihadapkan pada sebuah
forum diskusi akademik daring. Seorang profesor memberikan sebuah pertanyaan
terbuka, dua mahasiswa sudah memberikan tanggapan mereka, dan tugasmu
adalah menulis postingan 100+ kata yang merespon dosen DAN dua
mahasiswa tersebut — semuanya dalam waktu 10 menit .
Selamat datang di Writing for an Academic Discussion –
tugas writing terbaru di TOEFL iBT yang menggantikan Independent Writing Task
sejak tahun 2023. Tugas ini dirancang untuk mensimulasikan diskusi kelas online
yang sebenarnya terjadi di platform seperti Discord, Slack, atau forum
universitas.
Kabar baiknya: tugas ini sebenarnya lebih mudah
daripada Independent Writing yang lama! Kamu tidak perlu memikirkan
ide dari nol. Kamu sudah diberikan kerangka diskusi oleh
profesor dan dua sudut pandang oleh mahasiswa lain. Tugasmu
hanya memilih posisi, menambahkan ide baru, dan menulis dengan terstruktur.
Artikel ini akan membedah secara spesifik cara
menaklukkan Writing for an Academic Discussion dalam 10 menit .
Kita akan bahas:
- Anatomi
Academic Discussion Task (pahami format dan aturannya).
- 4
Tipe Pertanyaan Profesor yang Paling Sering Muncul.
- Menganalisis
Postingan Dua Mahasiswa (cari kelemahan argumen mereka).
- Template
4 Paragraf untuk 10 Menit (siap pakai!).
- Strategi
10 Menit: Breakdown per menit.
- Contoh
Soal Lengkap + Jawaban (dari membaca prompt hingga posting).
Bagian 1: Mengenal Medan Perang – Anatomi Academic
Discussion Task
Sejak diperkenalkan pada Juli 2023, format Writing for an
Academic Discussion secara resmi menggantikan Independent Writing Task.
Perubahan ini membuat TOEFL iBT lebih relevan dengan situasi akademik modern.
Format Resmi Academic Discussion Task
|
Komponen |
Durasi |
Deskripsi |
|
Stimulus |
1 menit (baca) |
Teks singkat dari profesor yang memperkenalkan topik +
pertanyaan. |
|
Postingan Dua Mahasiswa |
1 menit (baca) |
Dua mahasiswa (Student 1 dan Student 2) memberikan
pendapat mereka. Masing-masing 20-30 kata. |
|
Waktu Menulis |
10 menit |
Kamu harus menulis postingan (minimal 100 kata) yang
merespons profesor dan kedua mahasiswa. |
Tampilan di Layar akan seperti ini:
Apa yang Dinilai?
Penilai ETS akan mengevaluasi postinganmu berdasarkan 3
kriteria:
|
Kriteria |
Bobot |
Apa yang Dicari |
|
Development |
40% |
Apakah kamu menambahkan ide baru (bukan
sekadar mengulang)? Apakah kamu memberikan alasan dan contoh? |
|
Organization |
30% |
Apakah postinganmu terstruktur dengan jelas? Apakah mudah
diikuti? |
|
Language Use |
30% |
Apakah grammar dan kosakata efektif? Apakah variasi
kalimat baik? |
Peringatan: Kamu tidak akan mendapat skor tinggi
jika hanya setuju dengan salah satu mahasiswa tanpa menambahkan ide baru. ETS
mencari kontribusi orisinal ke dalam diskusi.
Target Waktu 10 Menit
|
Fase |
Durasi |
Aktivitas |
|
Fase 1: Understand |
1,5 menit |
Baca prompt profesor + 2 postingan mahasiswa. Pahami
posisi mereka. |
|
Fase 2: Plan |
1,5 menit |
Tentukan posisimu (setuju/tidak setuju dengan siapa).
Brainstorm 2 alasan + contoh. |
|
Fase 3: Write |
6 menit |
Tulis postingan (target: 120-150 kata). |
|
Fase 4: Review |
1 menit |
Baca ulang, cek grammar & ejaan. |
Bagian 2: 4 Tipe Pertanyaan Profesor yang Paling Sering
Muncul
Memahami jenis pertanyaan profesor akan membantumu
menentukan struktur jawaban dengan cepat.
Tipe 1: Preference (Preferensi/Pilihan)
Kata Kunci: Which do you prefer? / Which is
better? / Would you rather?
Contoh:
"Some people think governments should spend more
money on public transportation. Others believe building more roads is better.
Which approach do you think is more effective?"
Strategi:
- Pilih
satu sisi (jangan netral!).
- Berikan
2 alasan mengapa sisi itu lebih baik.
- Bandingkan
secara implisit dengan sisi lain (opsional).
Tipe 2: Agree/Disagree (Setuju/Tidak Setuju)
Kata Kunci: Do you agree or disagree? / To
what extent do you agree?
Contoh:
"Do you agree or disagree with the following
statement: Social media has a negative impact on young people's communication
skills."
Strategi:
- Nyatakan
posisimu dengan jelas (agree/disagree).
- Berikan
2 alasan yang mendukung posisimu.
- Kamu
bisa setuju dengan salah satu mahasiswa, tapi TAMBAHKAN ide baru.
Tipe 3: Evaluation (Evaluasi)
Kata Kunci: What is the most important
factor? / Which is more important?
Contoh:
"What is the most important quality for a leader to
have? Intelligence, honesty, or something else?"
Strategi:
- Pilih
satu kualitas yang menurutmu paling penting.
- Berikan
2 alasan mengapa kualitas itu lebih penting dari yang lain.
- Jangan
lupa contoh spesifik.
Tipe 4: Problem-Solution (Masalah-Solusi)
Kata Kunci: What can be done to solve...? /
How can we address...?
Contoh:
"What is the best way to encourage people to recycle
more at home?"
Strategi:
- Usulkan
2 solusi konkret.
- Jelaskan
mengapa solusi itu efektif.
- Kamu
bisa membangun ide dari mahasiswa lain atau memberikan sudut pandang baru.
Bagian 3: Analisis Postingan Mahasiswa – Mencari
Kelemahan Argumen
Ini adalah langkah kunci. Kamu tidak bisa hanya menulis
"I agree with David". Kamu harus menunjukkan bahwa kamu telah membaca
dan mempertimbangkan pendapat kedua mahasiswa.
Cara Mencatat Informasi Penting dari Postingan Mahasiswa
Saat membaca postingan Student 1 dan Student 2, catat:
|
Elemen |
Pertanyaan untuk Diri Sendiri |
|
Posisi |
Apakah dia setuju dengan sisi A atau sisi B? |
|
Reason |
Apa alasan utamanya? (1 kalimat) |
|
Example (if any) |
Apakah ada contoh spesifik? |
|
Weakness |
Di mana kelemahan argumennya? (Apa yang tidak dia bahas?) |
Contoh Analisis:
David: "I believe profit should come first. Without
profit, companies can't survive or create jobs. Social programs are important,
but they depend on financial stability."
Catatan:
- Posisi: Setuju
profit first.
- Reason: Tanpa
profit, perusahaan tidak bisa bertahan atau menciptakan lapangan kerja.
- Weakness: David
mengabaikan fakta bahwa perusahaan yang hanya fokus profit bisa merusak
reputasi jangka panjang. Juga tidak membahas bahwa konsumen saat ini lebih
peduli pada isu sosial.
Strategi Merespon: Setuju, Tidak Setuju, atau Membangun?
|
Pendekatan |
Kapan Pakai |
Contoh |
|
Setuju + Tambah Ide |
Kamu setuju dengan posisi mahasiswa, tapi ingin
menambahkan perspektif lain |
"I agree with David that profit is essential, but
I'd add that companies also need to..." |
|
Tidak Setuju + Beri Counter |
Kamu tidak setuju dengan posisi mahasiswa |
"While David makes a good point about survival, I
disagree because..." |
|
Membangun Jembatan (Sintesis) |
Kamu melihat nilai dari kedua sisi |
"David and Emily both raise valid points. David is
right about profit being necessary for survival, but Emily correctly notes
that consumers care about social issues. I think..." |
Yang harus dihindari:
- ❌ "I
agree with David." (Tanpa tambahan ide) → Tidak akan dapat
skor tinggi.
- ❌ "David
is wrong." (Tanpa alasan) → Tidak sopan dan tidak akademis.
- ❌ "I
think both are right." (Netral tanpa posisi jelas) → ETS
tidak menyukai jawaban yang tidak tegas.
Bagian 4: Template 4 Paragraf untuk 10 Menit
Gunakan template ini untuk memastikan jawabanmu terstruktur
dengan baik. Kamu hanya perlu "mengisi titik-titik".
Template Generic (4 Paragraf)
|
Paragraf |
Isi |
Contoh Kalimat |
|
Para 1: Opening + Your Position |
Restate pertanyaan profesor + nyatakan posisimu |
"This is an interesting discussion. In my opinion,
I believe that [posisi saya] because [alasan singkat]." |
|
Para 2: Respond to Student 1 |
Akui poin student 1, lalu tambahkan ide/keberatan |
"I see David's point about [poin David]. However,
I would add that [ide baru/keberatan]." |
|
Para 3: Respond to Student 2 |
Akui poin student 2, lalu tambahkan ide/dukungan |
"Similarly, Emily mentions [poin Emily]. I
completely agree, and I'd like to expand by saying that [ide
baru/contoh]." |
|
Para 4: Closing / Synthesis |
Simpulkan posisimu atau beri contoh konkret |
"For example, [contoh nyata]. Therefore, I believe
that [restate posisi]." |
Template untuk Topik "Corporate Responsibility"
"This is a thought-provoking question. In my
opinion, companies can and should balance profit with social responsibility, as
both are essential for long-term success.
I see David's point that profit is necessary for survival
and job creation. Without financial stability, companies cannot sustain any
social programs. However, I would add that focusing solely on profit can damage
a company's reputation, especially among younger consumers who value ethics.
For example, companies like Patagonia have thrived by prioritizing
environmental causes.
Similarly, Emily correctly notes that companies have a
huge influence on society today. I completely agree, and I'd like to expand by
saying that social responsibility can actually drive profit. When companies
reduce waste or use renewable energy, they often lower costs in the long run.
Take Unilever, for instance. Their sustainable living
brands grew 69% faster than the rest of the business. Therefore, I believe
profit and social good are not opposing goals but complementary ones."
Analisis template:
- Para
1: Posisi jelas (balance profit and social responsibility).
- Para
2: Merespon David (setuju profit penting, tapi menambahkan risiko
reputasi + contoh Patagonia).
- Para
3: Merespon Emily (setuju, menambahkan bahwa CSR bisa mendorong
profit + contoh Unilever).
- Para
4: Kesimpulan dengan contoh spesifik.
Bagian 5: Strategi 10 Menit – Breakdown per Menit
Ini adalah bagian paling praktis. Ikuti langkah-langkah ini
setiap kali kamu menghadapi Academic Discussion task.
Menit 0-1: Baca dan Pahami (Understanding)
Aktivitas:
- Baca
prompt profesor (20 detik). Lingkari kata kunci seperti "which
do you prefer", "do you agree/disagree", atau "what
is the best way".
- Baca
postingan Student 1 (15 detik). Catat posisi dan alasan utamanya.
- Baca
postingan Student 2 (15 detik). Catat posisi dan alasan utamanya.
- Tentukan
posisimu (10 detik). Pilih satu sisi — jangan netral!
Hasil yang harus kamu punya setelah 1 menit:
- Posisi
Student 1: [misal: setuju profit first]
- Posisi
Student 2: [misal: setuju social good]
- Posisiku:
[misal: setuju dengan Student 2]
Menit 1-2: Rencanakan (Planning)
Aktivitas:
- Brainstorm
2 alasan utama untuk mendukung posisimu (30 detik).
- Pikirkan
1 contoh konkret untuk setiap alasan (30 detik).
- Tentukan
bagaimana kamu akan merespon Student 1 dan Student 2 (30 detik).
Hasil yang harus kamu punya setelah 2 menit:
- Reason
1: [misal: social responsibility builds reputation]
- Example
1: [misal: Patagonia]
- Reason
2: [misal: CSR attracts talent and customers]
- Example
2: [misal: Unilever]
Menit 2-8: Menulis (Writing)
Tips menulis cepat:
- Gunakan
kata transisi sederhana: "First", "Second",
"However", "For example" .
- Jangan
khawatir tentang kata-kata "indah". Fokus pada kejelasan.
- Target:
120-150 kata (sekitar 10-12 kalimat).
Menit 8-9: Proofreading (Periksa Ulang)
Yang harus diperiksa:
|
No |
Yang Diperiksa |
Contoh Kesalahan |
|
1 |
Spelling |
"recieve" seharusnya "receive" |
|
2 |
Subject-Verb Agreement |
"Companies needs" seharusnya "companies
need" |
|
3 |
Tenses |
Pastikan konsisten menggunakan present simple untuk
opini umum |
|
4 |
Prepositions |
"interested in" , "depend on" |
|
5 |
Word order |
"They very are important" → "They
are very important" |
Menit 9-10: Finishing Touch (Jika Ada Waktu)
Jika masih ada waktu, tambah 1-2 kalimat di paragraf penutup
atau perbaiki kalimat yang terasa "janggal".
Bagian 6: Contoh Soal Lengkap + Jawaban
Mari kita praktikkan semua strategi di atas dengan contoh
soal baru.
Soal: Public Transportation vs More Roads
Prompt Profesor:
"This week, we are discussing urban planning. Some
people think governments should spend more money on public transportation like
buses and trains. Others believe building more roads and highways is a better
solution to traffic congestion. Which approach do you think is more effective?
Why?"
Postingan Student 1 (Michael):
"I think building more roads is better. Public
transportation doesn't work well in many cities because it's inconvenient and
doesn't go everywhere. More roads would give people more choices and reduce
traffic immediately."
Postingan Student 2 (Sophia):
"I disagree with Michael. We need better public
transportation. More roads just encourage more people to drive, which leads to
more traffic in the long run. Trains and buses can move many more people
efficiently."
Langkah 1: Analisis (Menit 0-1)
|
Elemen |
Michael |
Sophia |
|
Posisi |
Setuju more roads |
Setuju public transportation |
|
Reason |
PT tidak convenient, tidak ke mana-mana |
More roads just cause more traffic |
|
Weakness |
Mengabaikan long-term effect (induced demand) |
Tidak membahas biaya pembangunan PT |
Posisiku: Setuju dengan Sophia (public
transportation is better).
Alasanku:
- More
roads create induced demand (lebih banyak jalan → lebih banyak mobil).
- PT
lebih sustainable dan efisien dalam jangka panjang.
Contoh: Jakarta, Los Angeles.
Langkah 2: Menulis (Menit 2-8)
Jawaban (130 kata):
This is a very relevant discussion for many growing
cities. While Michael makes a point about convenience, I strongly agree with
Sophia that investing in public transportation is the more effective long-term
solution for two reasons.
First, building more roads often leads to what experts
call "induced demand." When roads are expanded, more people decide to
drive because they think traffic will be better. Eventually, the new roads fill
up again. Los Angeles is a perfect example — despite having massive highways,
it still has some of the worst traffic in the world.
Second, public transportation is simply more efficient at
moving large numbers of people. A single train can carry hundreds of
passengers, while those same people in cars would create a massive traffic jam.
Jakarta's MRT system has shown how modern trains can provide a reliable
alternative to driving.
In conclusion, while roads have their place, I believe
governments should prioritize public transportation to create more sustainable
and livable cities.
Bagian 7: Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi (Jangan
Lakukan!)
|
No |
Kesalahan |
Mengapa Fatal |
Solusi |
|
1 |
Tidak merespon kedua mahasiswa |
ETS secara eksplisit meminta respons terhadap diskusi yang
sudah berlangsung. Jika kamu hanya memberi opini tanpa mengakui postingan
mahasiswa, skormu akan rendah. |
Sebut nama mereka: "I agree with Sophia
that..." atau "While Michael raises a valid point..." |
|
2 |
Hanya setuju tanpa tambahan ide |
"I agree with Michael" tanpa
elaborasi tidak menunjukkan kemampuan berpikir kritis. |
Tambahkan ide baru: "I agree with
Michael, and I would add that..." |
|
3 |
Tidak memberi contoh spesifik |
Argumen tanpa contoh terasa abstrak dan kurang meyakinkan. |
Sertakan contoh: "For example, Jakarta's
MRT..." atau "Take Los Angeles, for instance..." |
|
4 |
Menulis kurang dari 100 kata |
Tidak memenuhi persyaratan minimum. ETS biasanya tidak
akan memberi skor tinggi untuk postingan yang terlalu pendek. |
Target 120-150 kata. Gunakan template 4
paragraf untuk mencapai panjang ini. |
|
5 |
Grammar terlalu banyak kesalahan |
Meskipun konten bagus, grammar yang buruk akan menurunkan
skor Language Use. |
Sisihkan 1 menit terakhir untuk proofreading. |
|
6 |
Tidak mengambil posisi (netral) |
"Both sides have good points" tanpa
memberikan opini pribadi. ETS menginginkan jawaban yang tegas. |
Pilih satu sisi. Tidak masalah jika kamu
setuju dengan salah satu mahasiswa, asalkan kamu menambahkan ide baru. |
Bagian 8: Ringkasan Cepat & Template untuk Hafalan
Timeline 10 Menit (Hafalkan!)
|
Menit ke- |
Aktivitas |
Output |
|
0-1 |
Baca prompt + 2 postingan |
Posisi Student 1 & 2, posisiku |
|
1-2 |
Brainstorm 2 alasan + contoh |
Kerangka jawaban |
|
2-8 |
Menulis (4 paragraf) |
Draft kasar |
|
8-9 |
Proofreading |
Final version |
|
9-10 |
Finishing touch (opsional) |
Jawaban siap |
Template 4 Paragraf (Hafalkan!)
|
Paragraf |
Template |
|
Para 1 (Opening) |
"This is an interesting discussion. In my opinion,
I believe that [posisi saya] because [alasan singkat]." |
|
Para 2 (Respond Student 1) |
*"I see [Student 1]'s point about [poin mereka].
However, I would add that [ide baru/keberatan]."* |
|
Para 3 (Respond Student 2) |
*"Similarly, [Student 2] mentions [poin mereka]. I
completely agree, and I'd like to expand by saying that [ide
baru/contoh]."* |
|
Para 4 (Closing) |
"For example, [contoh spesifik]. Therefore, I
believe that [restate posisi]." |
Frasa Penting untuk Academic Discussion
|
Fungsi |
Frasa yang Bisa Digunakan |
|
Setuju |
"I agree with [nama] that...", "I
support [nama]'s position because..." |
|
Tidak setuju |
"While I understand [nama]'s point, I disagree
because...", "I see things differently..." |
|
Menambahkan ide |
"I would add that...", "Furthermore,
it's also important to consider...", "Another key factor
is..." |
|
Memberi contoh |
"For example, ...", "Take [X], for
instance...", "Consider the case of..." |
|
Menyimpulkan |
"In conclusion, ...", "Therefore, I
believe...", "For these reasons..." |
Penutup: 10 Menit Itu Cukup Jika Kamu Punya Sistem
Setelah membaca artikel ini, kamu sekarang memiliki bekal
lengkap untuk menaklukkan Writing for an Academic Discussion di TOEFL iBT.
Ingat, tugas ini sebenarnya adalah kabar baik bagi
para pejuang TOEFL. Tidak seperti Independent Writing yang memintamu memikirkan
ide dari nol, Academic Discussion memberi kamu kerangka diskusi dan dua
sudut pandang yang bisa kamu gunakan sebagai batu loncatan.
Kuncinya adalah jangan panik, jangan
netral, dan jangan hanya setuju tanpa tambahan ide. ETS ingin
melihat bahwa kamu mampu berkontribusi secara bermakna dalam diskusi akademik —
persis seperti yang akan kamu lakukan di universitas nanti.
Aksi nyata setelah membaca artikel ini:
- Hafalkan
template 4 paragraf di Bagian 4. Tulis ulang 3 kali di kertas.
- Cari
soal Academic Discussion di internet (ETS Official Guide, TOEFL
iBT Practice Online).
- Latihan
dengan timer 10 menit setiap hari. Rekam progresmu.
- Evaluasi
jawabanmu: Apakah kamu merespon kedua mahasiswa? Apakah ada
contoh spesifik? Apakah grammar cukup baik?
Kamu bisa. Karena setiap postingan yang berhasil kamu tulis dengan percaya diri adalah langkah pasti menuju skor TOEFL impianmu. 🌟
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CAKRAWALA EDUCENTRE